de'missing puzzle

Senin, 28 Desember 2009

Mellow-marshmallow part I

Well..saya merasa saat ini adalah fase terburuk dalam hidup saya...
Saya merasa sedang dalam posisi titik terendah sepanjang hidup saya..
Sepanjang tahun 2009 ini,khususnya..
Dan lebih tepatnya lagi dlm 'kehidupan percintaan' saya sbenarnya..
Karena yeaah, hidup tidak mlulu about loph,anyway..disamping khidupan percintaan yg brantakan ini toh bagian lain dri kehidupan saya,tetap baik-baik saja..(paling ga,tidak seburuk khidupan percintaan saya..alhamdulillah)..

well,
Sbenarnya saya sudah sangat bosan (bhkan mungkin orang yg mendengar curhatan ato membaca tulisan saya akhir-akhir ini sudah hampir mati bosan dibuat crita ini)..
Saya sudah sangat jenuh..
Dan tentu saja saya sudah teramat sangat letih dengan smua ini..

satu-satu nya alasan saya kenapa masih menulis tentang ini adalah hanya karena ingin menumpahkan smua perasaan saya..ingin melampiaskan smua kekecewaan dan kemarahan saya..(yg tidak jelas harus ditujukan kepada siapa..??)
Meskipun konsekuensinya saya harus menyerah tanpa daya ktika air mata terjun bebas dan saya sama sekali ga mampu m'hentikanya...(hwiiiiiikkksssss...)
Meskipun ktika saya menuliskan ini..harus sdikit kesulitan karena pandangan yg terganggu oleh mata yg tampak berkabut dan sesekali harus diselingi dgn aktivitas m'nempelkan tissue di mata dan hidung..hwhehe..

Tapi saya sengaja menulis tentang ini..Dengan harapan ini adalah terakhir kalinya saya bersedih-sedih..ber'mellow-mellow..karena dia..
dan siapapun yg sempat membaca ini..tolong ingatkan saya..bahwa ini adalah kali terakhir saya menangis karena dia..

Okeeeii..
inilah smua kisah saya tentang dia..
Uhmm..agak bingung harus dimulai drimana..

Ya,ya..
I loph him..really!!
It's the most important point,guys..
Saya mencintainya..teramat sangat mencintainya..
Ini adalah fakta yg tidak pernah bisa saya bantah.
Ini adalah kenyataan yg tidak siapapun bisa mencegahnya..bahkan dia sekalipun,tidak punya hak melarang saya untuk mencintainya..

Dan kemudian..
bukan salah saya..bukan juga salah dia..ketika kami berdua harus berada dalam kondisi 'complicated'..
Kami sudah sepakat untuk tidak bersama lagi..dan membatasi hubungan kami hanya sebagai 'teman biasa'

Lalu apakah salah ketika saya ataupun dia terkadang tidak berdaya dan tersiksa menghadapi masa-masa transisi..dari pacar menjadi teman biasa..
Terlepas dari faktor eksternal, sperti tekanan dari lingkungan..
toh faktor internal dlm hal ini adalah perasaan kami berdua pun tidak mungkin dipungkiri..

Akhirnya harus kami sadari bahwa ternyata..
Yg berubah hanyalah sbuah status..dari in relationship to single..
dan selebihnya tetap sama..perasaan tetap sama..bahkan harus diakui perasaan itu justru semakin menjadi pasca perpisahan..

Banyak hari yg sudah saya habiskan untuk menangisi keadaan ini..
Banyak hal yg sudah saya lakukan untuk tidak berlarut-larut dlm kesedihan..
Banyak teman dan orang-orang terdekat yg telah menghibur dan m'support saya untuk berhenti dan segera keluar dari lingkaran kepedihan ini..

Hubungan sperti ini tidak seharusnya ada..
Berkali-kali kami mencoba memikirkan solusi untuk kami berdua..
Berhari-hari kami mencoba mencari jalan keluar agar semuanya tampak mudah..

Toh,akhirnya kami (sampai hari ini) masih belum bisa menemukan solusi apapun..
Karena yah..
Ini bukan hanya masalah kami berdua..
Tapi juga melibatkan banyak pihak yg tidak ingin kami sakiti..
Melibatkan orang-orang yg paling berarti dalam sejarah hidup kami..

Dan tidak ada seorangpun slain kami berdua yg dapat memahami kondisi ini..
Biarlah orang-orang di luar sana berspekulasi masing-masing..dan biarlah mereka tenggelam dgn pikiran mereka sendiri tntang hubungan kami berdua..

Hei, Saya pikir kisah cinta sperti hanya ada dalam sinetron era 90-an..
Ato hanya ada dalam novel-novel jadul saja..
Ouh..ternyata kisah cinta sperti ini benar-benar ada..

Ya..
Akhirnya saya sadar..
Kalo dia tidak bisa bersikap tegas untuk benar-benar meninggalkan saya dan berhenti menjalani hubungan yg tidak jelas ini..
Maka saya yg harus bersikap tegas..
Mau tidak mau..siap tidak siap..kuat tidak kuat saya harus bisa meninggalkan dia..benar-benar meninggalkan dia..dan mengakhiri smua ini..
(ouuh,tidaaak...memikirkan akan 'benar-benar meninggalkan dia' saja sudah membuat perih hati saya semakin menggila)

Saya tau ini akan sangaaaaaat berat (khususnya buat,saya)
Dan saya tau bahwa dia juga tidak setuju dengan keputusan saya ini..

Tapi sekali lagi..saya tekankan..
Saya sudah sangat letih harus terus-terusan bergumul dengan kepedihan yg sperti tiada akhir nya ini.

Semua tampak menjadi tidak adil untuk saya..
Saya merasa bahwa saya adalah pihak yg paling dirugikan dan disakiti dlm hal ini..
Saya melihat dia adalah sosok yg sangat egois dan sangat labil..
Selalu memohon untuk saya temani karena tidak sanggup sendiri melalui hari-hari berat ini..
Untuk kemudian ketika dia telah menemukan 'orang baru' mungkin saya akan ditinggalkan bgitu saja..
Dia yg Terus-terusan ingin disamping saya..tapi tidak mampu (atau tidak mau) melakukan apapun untuk membuat saya terus disampingnya..
Yah..saya sadar mungkin dimatanya saya adalah orang yg tidak cukup pantas untuk dia pertahankan..

Saya sedih..saya kecewa..saya marah..
tapi saya tetap menyayangi nya sama sperti hari pertama saya menyayanginya..
Tidak ada yg berubah..semua tetap sama..

Betapa pun perihnya hati saya saat ini..
Tidak pernah saya mampu membenci nya..
Tidak pernah saya bisa menyalahkan dia dan m'anggap dia lah yg bertanggungjawab thadap luka di hati saya..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar