Upss..tentu saja yg saya maksud disini adalah baca-membaca buku, majalah, dan bahan-bahan bacaan lainya..
Bukan membaca pikiran orang apalagi membaca garis tangan..
Hoho..saya tidak punya kemampuan itu..
Meskipun kadang-kadang saya sangat ingin punya kemampuan semacam itu.
Uhm, ketika ditanya sejak kapan tepatnya saya mulai gemar dan bahkan tergila-gila dengan aktivitas MEMBACA..
Mungkin jawabannya adalah sejak saya bisa membaca, sepertinya saya sudah gemar membaca.
Ya, saya masih ingat ketika saya masih TK dan blum bisa membaca..
Pada waktu itu saya sering kesal sendiri karena saya harus menunggu mama, papa atau abang atau siapa saja yg sudi membacakan cerita untuk saya.
Dan beruntunglah saya, pada zaman saya masih anak-anak, majalah Bobo (majalah pertama saya) dan bacaan lainnya sudah marak beredar..
Saya yg pada waktu itu belum bisa membaca, hanya dapat menikmati gambar-gambar yg melengkapi cerpen atau dongeng atau gambar-gambar pada komik atau cerita bergambar lainnya.
Saya, dgn imajinasi anak-anak saya berkelana menerka-nerka jalan ceritanya hanya dengan melihat gambar demi gambar..
Karena saya belum mampu merangkai huruf demi huruf menjadi kata, apalagi kalimat.
Dan saya sperti mendapat keajaiban yg luar biasa ktika kelas satu SD, saya utk pertama kalinya bisa membaca.
Saking senangnya, sampai tulisan-tulisan di jalanan pun saya baca.
Hewehe..
Sejak saat itu pula, saya menjadi kalap akan bahan bacaan..dan selalu haus akan bacaan.
Dan thanks God, kegilaan saya ini bisa t'akomodir.
Mama saya, yg melihat kehausan anaknya terhadap bahan bacaan, akhirnya mengerti.
Saya diberi kesempatan berlangganan majalah Bobo.
Meskipun stiap hari Kamis (haha..saya masih ingat, hari terbitnya majalah mingguan itu) saya selalu bertengkar dgn abang karena rebutan membaca majalah kelinci itu setiap minggunya.
Sampai akhirnya mama, yg tidak tahan dgn keributan itu terpaksa membeli dua majalah skaligus.
Lalu semakin bertambah usia saya, maka bahan bacaan saya pun semakin 'berat'
Saya mulai tidak puas hanya dgn majalah Bobo, Walt disney, komik anak-anak, dan bacaan anak-anak lainnya.
Saya mulai melahap karya-karya Hilman dgn Lupus-nya, Bubin Lantang dgn Anak-anak mama Alin-nya serta bacaan-bacaan remaja lainnya. Meskipun dilihat dari segi usia harusnya saya sudah cukup puas dgn serial Malory Towers-nya Enid Blyton.
(sampai terobsesi ingin sekolah di boarding school jg karena kebanyakan membaca serial ini hewehe..)
Kemudian 'dahaga membaca' saya dimanjakan dgn bacaan yg ditujukan utk orang dewasa, sperti karya novelis-novelis Lokal sperti Marga T. , Mira W.
Sampai novelis-novelis luar negeri sperti Agatha Christy, Barbara Cartland, Daniele Steel dan John Grisham (dgn The Firm-nya tentu saja). Wew, tampak terlalu berat untuk bacaan anak kelas 5 SD.
Sampai akhirnya perkembangan bahan bacaan mulai pesat, maka bacaan saya pun semakin beragam.
Ketika beranjak SMA, saya mulai tergila-gila dgn Chicken Soup, Chocolate dan bacaan sejenisnya. Saya jg sempat menggandrungi Erich Seagal dgn Love Story dan Oliver Story-nya.
Ya, harus saya akui bahwa masa SMA adalah masa dmna saya sedang menjadi penggemar berat bacaan yg b'genre romantis. Sampai Harlequin pun saya garap. Kalau sekarang siy, melihat cover nya saja, saya geli. Haha..
Dan akhirnya dahaga saya terhdap novel lokal pun terpuaskan dgn kemunculan Dewi Lestari dgn SUPERNOVA-nya (dan, well sejak saat itu pula, saya mengukuhkan diri sbg pembca setia karya mantan istri Marcel Siahaan ini).
Selanjutnya, buku-buku dgn gaya ngePop khas penulis muda dgn balutan cover yg menarik mulai memenuhi rak buku di Gramedia dan Toko buku lainnya.
Pada tahun-tahun itu, karya-karya Djenar Maesa Ayu, Fira Basuki, Clara Ng dan penulis berbakat lainnya mulai menjadi buku paling diminati bnyak org (tidak terkecuali saya).
Sebgai salah satu penikmat karya tulis, tentu saya menyambut antusias perubahan atmosfir ini.
Terlebih lagi saya termasuk kelompok 'omnivora' dlm hal bacaan. Saya melahap semua jenis bahan bacaan.
Saya membaca komik (bhkan sempat tergila-gila dgn serial Salad Days), majalah remaja sampai majalah dewasa, bhkan tabloid gosip selebritis pun saya baca. Saya jg sempat menggilai sastra karya mendiang Pramoedya Ananta Toer, karya Prof.Dr. Sapardi Djoko Damono (Hujan Bulan Juni adalah favorit saya) dan karya terjemahan dri Gibran dan Jalaludin Rumi pun saya baca. Meskipun ketika dipaksa mengurutkan tingkat kesukaan, maka saya akan meletakkan bacaan b'genre detektif dan horor diurutan terakhir. Walaupun saya sempat membaca Sherlock Holmes dan Goosebumps.
Uhm, sejak dibangku kuliah selera bacaan saya mulai berubah lagi. Saya lebih cendrung mencintai fiksi ilmiah dan nonfiksi (apalagi kalau penulisnya adalah orang yg saya kagumi).
Ya, begitulah..
Dunia membaca memang sudah sgt dekat dgn keseharian saya. Meskipun kegilaan saya thdp aktivitas yg berkorelasi positif dgn kerusakan mata ini, kerap kali membuat saya harus merogoh kocek lbh dlm. Karena, ya..sedihnya buku bagus biasanya mahal. Hwiikss..
Tapi saya tetap bersyukur sekali, berkat kegilaan saya dgn dunia membaca banyak hal yg telah saya peroleh dlm hidup ini.
Thanks God..
Selasa, 29 Desember 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
.jpg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar